World News - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya akan melakukan Renovasi terhadap salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak konstruksi senilai Rp465,3 miliar.
Dalam kesempatan tersebut, penandatanganan kontrak disaksikan langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Agama Lukman Hakim di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (16/5/2019).
Dalam sambutannya, Lukman mengatakan, Masjid Istiqlal merupakan bangunan monumental yang dibangun sejak 1961 pada era pemerintahan Soekarno. Pembangunan yang memakan waktu hingga 17 tahun ini akhirnya selesai pada tahun 1978 atau 41 tahun lalu.
"Artinya, sudah 58 tahun berlalu Masjid Istiqlal pertama kali dilakukan pemancangan tiang pembangunan pertama oleh Bung Karno," ucapnya.
Pelaksanaan Renovasi Masjid Istiqlal akan dilaksanakan selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020). Kontraktor yang akan melaksanakan kegiatan ini adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan manajemen konstruksi PT Virama Karya.
Adapun lingkup kegiatan meliputi penataan ulang kawasan pada plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mechanical electrical dan plumbing bangunan masjid, serta Renovasi sistem signage. Pada saat bersamaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sedang mengerjakan perbaikan limbah di kawasan Masjid Istiqlal.
Desain Renovasi arsitektur Masjid Istiqlal akan menerapkan prinsip minimalis dengan mempertimbangkan keberadaannya di kawasan beriklim tropis. Dalam pelaksanaan Renovasi Masjid Istiqlal yang mampu menampung 200 ribu jamaah ini akan ada tiga zona nantinya menjadi fokus penataan dan Renovasi masjid yaitu zona utama sebagai area kegiatan masjid dan kegiatan sosial, zona pendukung sebagai penunjang pedestrian berupa taman dan plaza publik dan terakhir zona publik.
Dikunjungi PM India, Ide Renovasi Muncul dari Mulut Jokowi
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menceritakan, ide akan dilakukannya Renovasi Masjid Istiqlal diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Ramadan tahun lalu. Saat itu, Jokowisedang dikunjungi oleh Perdana Menteri India Narendra Modi. Ia pun mengajak Modi berkeliling Masjid Istiqlal.
Sesaat setelah berkeliling Masjid Istiqlal dengan Modi, Jokowi pun mengamanatkan Basuki agar bisa segera melaksanakan Renovasi melalui perencanaan, pelelangan, dan pelaksanaan. "Untuk mewujudkan Masjid Istiqlal sebagai Masjid Negara yang indah dan menjadi kebanggan bangsa Indonesia," ujarnya.
Bahkan, Jokowi saat itu juga memiliki permintaan khusus kepada Kementerian PUPR, ia ingin agar Masjid Istiqlal bisa secantik Gelora Bung Karno (GBK). "Tolong direhabilitasi, direnovasi menjadi lebih baik seperti kita merenovasi GBK," katanya menirukan permintaan Presiden.
Dalam Renovasi ini, Kementerian PUPR akan melibatkan seorang arsitek bernama Munichy B Edrees. Belakangan diketahui, ia merupakan cucu KH Ahmad Dahlan. "Ketua arsiteknya Pak Munichy, dia cucu KH Ahmad Dahlan," ucap Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga.
Danis menegaskan, Renovasi ini tidak mengubah arsitektur bangunan aslinya. Bahkan, interior khas dari Masjid Istiqlalhasil rancangan seorang legenda arsitek asli Indonesia bernama Friedrich Silaban pun tidak akan berubah. Lebih lanjut ia menerangkan, ruang lingkup Renovasi terbagi dua. Ada yang bagian luar dengan tiga plaza dan bagian dalam.
"Nah ini tentu saja kita akan Renovasi agar fungsinya semua menjadi lebih baik. Tidak ada yang berubah. Bahkan fungsi landmark-nya misalnya taman, air mancur dan sebagainya justru kita tingkatkan," jelasnya.
Untuk bagian plaza, kata Danis, akan dilakukan penambahan lahan parkir agar semakin luas. Saat ini masih dilakukan tahap evaluasi. "Mungkin nanti sekitar dua lantai ke bawah, itu yang akan kita lengkapi (parkir)," ujarnya.
Renovasi Tak Menghalangi Jamaah yang Beribadah
Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, meski direnovasi, Masjid Istiqlal akan tetap beroperasi seperti biasa. Artinya, Renovasi tidak akan menganggu para jamaah yang ingin menjalankan kegiatan ibadah.
"Jadi, prinsipnya masjid sebagai tempat sholat itu tetap berlangsung, tidak ditutup sama sekali. Dengan proses Renovasi, tentu ada bagian-bagian tertentu yang mengalami tidak digunakan secara maksimal," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Basuki juga memastikan, nantinya pengerjaan Renovasi akan dilakukan secara bertahap. Sehingga, fungsi masjid tetap bisa terjaga dengan baik dan tidak menganggu kegiatan ibadah para jamaah.
"Sebagian masih bisa digunakan berfungsi sebagai masjid, tapi tidak full. Di Mekkah juga kalau ada Renovasi besar-besaran tetap jalan tapi dibatasi kuotanya (jamaah), begitu selesai ditambah," jelasnya.
Basuki juga meminta maaf atas kenyamanan jamaah yang terganggu karena adanya Renovasi di Masjid Istiqlal. Namun, ia memastikan Renovasi dilakukan demi kenyamanan bersama ke depannya. "Karpet diganti, marmer semua dibersihkan, pilar-pilar juga bersihkan semua disentuh. Jadi, mohon maaf for the inconvenience," ucapnya.[]
Sumber : Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar