Rabu, 21 Agustus 2019

3 Manfaat Ikan Alasan Dibalik Menteri Susi Getol Suruh Makan Ikan

World News - Orang dulu meyakini bahwa seseorang yang tinggal di daerah pesisir cenderung lebih cerdas, memiliki Kesehatan lebih baik dan warna kulit yang bagus. Hal tersebut bisa terjadi karena Makanan pokok mereka adalah Ikan. 
Kini, keyakinan itu bukan lagi hanya sebuah mitos. Banyak penelitian ilmiah menemukan bahwa Ikan memiliki manfaat Kesehatan yang luar biasa. Ikan kaya akan vitamin dan mineral lain seperti vitamin B2, D, zat besi, zink, yodium, magnesium, kalium dan masih banyak lagi.
Semua vitamin dan mineral tersebut tentu sangat dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara keseluruhan. Berdasarkan temuan-temuan di atas, anjuran Makan Ikan yang digagas Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ternyata sangat positif untuk tubuh.
Berikut ini manfaat Kesehatan yang mengejutkan dari mengonsumsi Ikan secara teratur yang dilansir AkuratHealth dari Bolsdky.
Cegah Alzheimer
The Journal of American Medical Association, menyatakan bahwa mengonsumsi Ikan secara teratur dapat memperbaiki materi abu-abu otak manusia yang mencegah degenerasi sel otak yang cepat dan memburuknya fungsi otak pada usia tua, sehingga hal tersebut dapat mencegah penyakit Alzheimer.
Turunkan risiko Penyakit Jantung
American Journal Of Cardiology, dalam penelitiannya mengatakan bahwa mengonsumsi Ikan secara teratur dapat menurunkan risiko Penyakit Jantung ke tingkat yang signifikan. Asam lemak omega 3 yang ditemukan pada Ikan dapat menjaga Kesehatan jantung dengan mengurangi trigliserida, pembekuan darah dan menurunkan tekanan darah.
Mengobati Depresi
Sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Journal Of Psychiatry & Neuroscience mengatakan bahwa minyak yang ada dalam Ikan dapat membantu meningkatkan kadar hormon serotonin di otak, yang dapat mengobati dan mengurangi gejala Depresi.[]

Sumber : Akurat.co

4 Titik Keindahan Pemandangan Papua Bagaikan Lukisan

World News - Indonesia memiliki segudang keindahan alam yang sangat memesona, apalagi di Indonesia Timur yaitu Papua. Sebagai salah satu provinsi terbesar, bisa dipastikan Papua memiliki potensi wisata yang sangat menarik. 
Beberapa tempat wisata di Provinsi Papua dan Papua Barat bahkan sudah mendunia. Contoh saja Raja Ampat dengan wisata laut, Gunung Jayawijaya dengan puncaknya yang diselimuti salju, pertama ada di Indonesia yang beriklim tropis. 

Melihat lebih dalam keindahan alam Papua, kali ini AkuratTravel menjabarkan beberapa tempat wisata yang wajib kamu kunjungi ketika berada di Papua, seperti dilansir dari beberapa sumber.

Bukan hanya Bali saja yang memiliki pantai yang luas dan indah. Papua juga memiliki Bosnik yang terletak di Biak Numfor, Papua.  Ketika kamu sedang berlibur ke Papua, wajib mampir ke tempat wisata dengan pemandangan hamparan pasir halus, serta airnya yang berwarna biru jernih ini. Pantai ini punya banyak pohon kelapa yang bisa kamu jadikan tempat rehat setelah bermain air.  Untuk jarak ke Bosnik, hanya 15 km dari pusat kota Biak, tidak terlalu jauh bukan? Tempat ini salah satu favorit berwisata masyasarakat lokal. 

Tempat wisata ini terletak di Tablasupa, Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Tempat wisata ini letaknya bersembunyi. Untuk itu, kamu bisa menikmati keasrian alam yang sangat alami. Hamparan pasir dengan suara ombak kecil dapat membuat kamu betah berlama-lama di Harlem. Jernihnya air dan dangkalnya pantai membuat tempat ini nyaman untuk kamu yang suka bermain air. 

Tempat wisata ini terletak di distrik Depapre dengan jarak tempuh 2 jam dari pusat Jayapura. Di kawasan ini kamu bisa menikmati dua keindahan alam sekaligus, karena terdapat sebuah muara sungai yang mempertemukan antara air laut dan air tawar. Untuk menuju ke tempat ini, memang harus butuh perjuangan lebih, karena harus melewati beberapa bukit kecil. Tapi untuk tempat bermalam, kamu tak perlu khawatir. Banyak gazebo dan rumah panggung yang bisa kamu sewa langsung untuk beristirahat. 

Tempat wisata ini terletak di Sari, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Ketika kamu sampai di Teluk Triton, kamu bisa melihat pemandangan biota laut yang sangat indah, bukit kecil yang saling menghimpit menjadi pemandangan yang tak bisa kamu dapatkan di tempat lain. Bahkan, tempat ini disinyalir sama indahnya dengan Raja Ampat.[]


Sumber : Akurat.co

Tidak Mau Gendut ? Jangan Terlalu Banyak Makan Garam

World News - Sebuah data dari Kementrian Kesehatan RI menunjukan, konsumsi Gula Garam Lemak (GGL) masyarakat Indonesia masih sangat tinggi. Maka tak heran, angka Obesitas yang masuk dalam katagori penyakit tidak menular juga terus mengalami peningkatan.
Penting kamu ketahui, berbicara tentang Obesitas, pencetusnya bukan hanya Lemak saja. Tetapi konsumsi Garam berlebih juga memiliki peran untuk urusan berat badan. Seperti yang dilansir AkuratHealth dari Livestrong, mengurangi asupan Garam dapat membantumu dalam menurunkan berat badan.
Tubuhmu memang membutuhkan natrium untuk mengontrol tekanan darah dan volume darah serta mempertahankan fungsi saraf dan otot dengan baik. Sodium adalah komponen alami dari berbagai makanan, tetapi berlebihan natrium juga dapat menahan air di dalam tubuh, yang akhirnya membuat timbangan naik.
Berdasarkan studi yang diterbitkan pada 2014 di Nutrition Hospitality, asupan Garam yang berlebihan dapat memicu Obesitas. Dalam penelitian tersebut, peneliti melihat kebiasaan makan 418 orang dewasa, dan menemukan hubungan positif antara indeks massa tubuh, konsumsi natrium dan konsumsi kalori.
Sodium tidak mengandung kalori atau Lemak, saat mengonsumsi gatam tinggi, tubuh Anda mengeluarkan air dari sel-sel ke aliran darah. Volume darah akan meningkat dan sel-sel menjadi dehidrasi. Kamu alan terus merasa haus.
"Tambahan satu gram Garam yang mengandung 400 miligram sodium, dapat menyebabkan kenaikan berat badan sementara sebesar dua pon," kata dr. Jack Osman, dari Towson University.
Secara teoritis, kamu dapat kehilangan sekitar 3 pon jika mengurangi asupan natrium menjadi 1.000 hingga 1.500 miligram per hari, selama tujuh hari, menurut The Athlete's Guide to Making Weight oleh Michele Macedonio dan Marie Dunford.
So, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengurangi asupan Garam. Bukan hanya mengurangi faktor risiko terjadinya Hipertensi, Gagal Ginjal, dan lain sebagainya, tapi mengurangi asupan Garam juga dapat menjadi salah satu cara yang membantu menurunkan berat badan Anda.
Mulai sekarang, jika membeli makanan kemasan, jangan lupa perhatikan kandungan natriumnya. Karena sebagian besar makanan cepat saji mengandung natrium yang cukup tinggi. []

Sumber : Akurat.co

3 Alasan Orang Tak Pilih Kendaraan Listrik Sesuai Hasil Survey

World News - Autolist telah merilis survei terbaru yang menunjukkan sikap konsumen terhadap kendaraan listrik (EV). Konsumen ditanyakan alasan terbesar mereka ketika tidak memutuskan untuk membeli EV.
Tiga jawaban teratas ternyata soal jarak, harga, dan pengisian. Hampir setengah (40 persen) responden prihatin dengan masing-masing faktor ini.
Padahal, EV modern dengan cakupan jarak 250 mil tersedia di bawah 30 ribu dolar AS pasca-insentif dan ada ribuan stasiun pengisian 50-250 kW yang telah dipasang di seluruh AS. Angka-angka ini dinilai para pemerhati otomotif sudah cukup baik untuk sebagian besar pengemudi.
Sekitar 43 persen responden mempertimbangkan cakupan jarak tempuh sebuah EV dalam sekali pengisian. Sementara 42 persen menilai terlalu mahal.
Responden yang khawatir lantaran tidak ada tempat pengisian di wilayahnya sebesar 38 persen dan 29 persen mempertanyakan waktu yang dibutuhkan dalam sekali pengisian. Mereka juga menyatakan bahwa harga akan menjadi prioritas terbesar mereka dalam memutuskan EV mana yang akan dibeli.
Ketika ditanya berapa cakupan jarak tempuh yang mereka harapkan dari EV seharga 35 ribu dolar AS, jawaban paling umum adalah 250-300 mil. Ini kira-kira sejalan dengan penawaran yang ada di pasar saat ini, di mana kisaran sekitar 250 mil yakni Bolt, Leaf Plus, Kona, Model 3, dan lain-lain.

Sumber : Akurat.co

Resmi Samsung Dapatkan Duo Galaxy Note 10 ke Indonesia

World News - Samsung secara resmi menghadirkan Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus di Indonesia. Ponsel varian teranyar ini diluncurkan secara global pada 7 Agustus lalu, dan telah melewati fase pre-order sejak pada 8 Agustus 2019.
Head of Product Marekting IT and Mobile Samsung Electronics Indonesia, Denny Galant mengatakan konsumen Indonesia sangat antusias selama masa pre-order tersebut. Diklaimnya bahwa pengguna ponsel saat ini mencari perangkat yang powerful untuk mobilitasnya.
"Yang paling cepat terjual adalah varian paling powerful yaitu Galaxy Note 10 Plus 512 Gigabyte," ujarnya, Rabu (21/8/2019), di Jakarta.
Denny mengungkapkan dua varian Note 10 itu sudah bisa didapatkan konsumen Indonesia melaui acara consumer launch serentak pada 23-25 Agustus 2019 di dua kota, yakni Jakarta di Lippo Mall Puri dan Kota Kasablanca, serta Surabaya di Pakuwon Supermall.
Secara global, Galaxy Note 10 dan Note 10 Plus dibekali dua varian chipset, yakni Exynos 9825 dan Snapdragon 855. Namun untuk pasar Indonesia, Samsung hanya menghadirkan duo Galaxy Note 10 dengan dukungan Exynos 9825.
Adapun kedua perangkat itu dibekali layar Dynamic AMOLED dengan ukuran 6,3 inci dan 6,8 inci. Tiga Kamera belakang, yakni lensa utama 12MP, Telephoto 12MP, dan ultra-wide 16 Megapiksel, serta kamera selfie 10 Megapiksel.
Samsung Galaxy Note 10 hadir dengan RAM 8GB dan kapasitas penyimpanan 156GB, sementara untuk versi Note 10 Plus hadir dengan RAM 12GB dan dua pilihan kapasitas penyimpanan yakni 256GB dan 512GB.
Di pasar Indonesia, Samsung Galaxy Note 10 dijual dengan harga Rp13,9 juta. Sementara untuk Note 10 Plus dibanderol seharga Rp16,5 juta dan Rp18,9 juta.


Sumber : Akurat.co

Jumat, 26 Juli 2019

Irsanto Ongko, Sosok yang Juga Berada di Balik Dehes Ministries



News - Irsanto Ongko adalah seorang pengusaha dari Indonesia. Ayah beliau termasuk ke dalam 150 orang terkaya versi media Globe Asia. Beliau pun mengikuti jejak ayahnya untuk menjadi pengusaha. Dengan kekayaan yang dimilikinya, Irsanto Ongko dan beberapa pengusaha lain tergerak hatinya untuk membangun rumah ibadah umat Kristiani, yaitu gereja.

GSJA El-Saddai Tumbang Baraqi

Pembangunan gereja yang dilakukan oleh Irsanto dan kawan-kawannya dilakukan sejak tahun 2006. Hal itu masih berlangsung sampai saat ini. Dehes Ministries adalah lokasi dimana Irsanto dan yang lainnya banyak membantu. Dehes Ministries terletak di Kalimantan Tengah. Etnis Dayak adalah etnis terbesar di Kalteng, termasuk di Kabupaten Katingan.

Peta Dehes Mininstries


Singkat cerita, Irsanto bertemu dengan Seorang Pendeta. Pendeta itu tinggal dan bekerja sebagai kurir di Australia. Ia juga turut memberikan seluruh penghasilannya untuk membiayai pembangunan gereja-gereja di Kalimantan.

Pendeta Sebastian di depan bangunan stasiun radio

Saat ini, gereja yang dibangun oleh Irsanto, Pendeta, dan pengusaha lain telah mencapai 12 gereja. Semua gereja itu berlokasi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Gereja yang dibangun disana telah memudahkan masyarakat untuk bisa beribadah.

Campsite di Dehes Ministries

Selain gereja, Irsanto Ongko dan yang lainnya membangun pula bangunan lain. Mereka membangun stasiun radio, Sekolah Tinggi Teologi, dan campsite. Stasiun radio digunakan untuk menyiarkan ajaran Kristen. Sekolah Tinggi Teologi juga dibangun demi meningkatkan kualitas SDM yang berkualitas dan beragama. Campsite dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan.

Sekolah Tinggi Teologi, Dian Eka Sabda

Pada akhirnya, tujuan dari Irsanto Ongko, Pendeta dan yang lainnya untuk mendirikan fasilitas di atas adalah dengan tujuan agar para Pelayan Injil dan pelayanan dikenal dan diandalkan oleh masyarakat serta pemerintah daerah.




Sumber : Wordpress

Peran Irsanto Ongko dalam Membantu Pembangunan Gereja-Gereja di Kalimantan Tengah

Foto salah satu Gereja yang dibantu pembangunannya oleh Irsanto Ongko



News - Aksi dermawan dilakukan oleh Pria bernama Irsanto Ongko dalam membantu  pembangunan Gereja di daerah yang berada di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Irsanto Ongko merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan seorang pengusaha yang (Pengusaha dari perusahaan Ongko Grup). Irsanto Ongko yang kini berusia 56 tahun, tidak melakukan aksinya sendiri, aksi dermawan Irsanto diikuti oleh relawan yang sebagian merupakan pengusaha, yang dengan rela menyumbangkan donasi untuk membantu rangkaian pembangunan Gereja tersebut.

Pembangunan gereja-gereja tersebut dimulai sejak tahun 2006, dan masih berlangsung sampai saat ini. Dalam pembangunan gereja-gereja tersebut, Irsanto dibantu oleh salah seorang pendeta . Pendeta itu kesehariannya bekerja sebagai kurir di Australia, juga ikut mendonasikan penghasilannya untuk membiayai pembangunan gereja-gereja di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Sampai saat ini, total sudah ada 12 gereja yang berhasil dibangun di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berkat bantuan Irsanto Ongko dan para relawan lainnya.

Berikut peta lokasi pelayanan yang dilakukan Irsanto Ongko bersama Dehes Ministries (Lembaga Kristiani yang turut membantu pembangunan gereja di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah).


Denah Lokasi Pembangunan Gereja dan Beberapa Fasilitas Umum Lainnya

Lokasi pelayanan Dehes Ministries, dimana  Irsanto banyak membantu pembangunan Gereja di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah

Berikut foto dari beberapa gereja yang sudah rampung tahap pembangunannya.

Foto dari Gereja 1


Foto Gereja 2

Foto Gereja 3


Foto Gereja 4

Foto Gereja 5



Foto Gereja 6


Foto Gereja 7


Foto Gereja 8


Foto Gereja 9

Selain aktif dalam keikutsertaan dirinya dalam pembangunan gereja, Irsanto juga terlibat dalam beberapa pembangunan fasilitas umum lainnya seperti, Stasiun Radio, Sekolah Tinggi Teologi dan Campsite (gedung untuk kegiatan) yang dibangun di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.


Sumber : Wordpress